Rantau Bangkiang, 1 Juli 2026 - Pemerintah Kabupaten Katingan melaksanakan rangkaian kegiatan kunjungan kerja strategis ke sejumlah perusahaan besar swasta yang beroperasi di wilayahnya. Seluruh mobilisasi tim selama kegiatan berlangsung dilaksanakan secara berombongan menggunakan kendaraan dinas operasional milik masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban di jalur yang dilalui, pergerakan rombongan ini mendapatkan pengawalan resmi dari jajaran Pengamanan dan Pengawalan (Pamwal) Satpol PP Kabupaten Katingan.

Secara struktural, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah bertindak selaku leading sector dalam mengorganisasi seluruh rangkaian kegiatan ini. Pelaksanaan di lapangan berada di bawah koordinasi teknis Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Asisten Dua). Manajemen satu pintu ini diterapkan guna memastikan seluruh tahapan pengawasan dan dialog bersama pihak korporasi dapat berjalan secara terukur dan sesuai dengan target regulasi pemerintah daerah.

Hari pertama rangkaian kegiatan dimulai pada Rabu, 1 Juli 2026, dengan agenda kunjungan kerja langsung ke PT PSAM. Kunjungan kerja pada hari pertama ini dihadiri dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Katingan, Bapak Firdaus. Kehadiran pimpinan daerah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal tata kelola industri perkebunan yang berdampak langsung terhadap perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Katingan.

Dalam kunker tersebut, Wakil Bupati didampingi oleh jajaran pejabat yang meliputi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten Dua), Bapak Adventus, serta Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Bapak Markurius Abednegoe. Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bapak Yobie Sandra; Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan, Bapak Yodihel; Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Bapak Mozard D. Staing; Camat Katingan Tengah, Bapak Purwoko; serta Camat Sanaman Mantikei, Bapak Syahrianor. Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat diwakili oleh ASN Bagian Pemerintahan.

Rombongan Pemerintah Kabupaten Katingan memusatkan kegiatan di Kantor Pabrik PT PSAM yang beroperasi di wilayah lintas Kecamatan Sanaman Mantikei dan Kecamatan Katingan Tengah. Kedatangan tim disambut langsung oleh jajaran manajemen tingkat atas perusahaan, yaitu General Manager, Bapak Puji Arianto, didampingi Asisten Kepala Humas, Bapak Jaswandi. Hadir pula dalam pertemuan tersebut Mill Manager, Bapak Ismail Fahmi, serta Asisten Administrasi Pabrik, Bapak Faisal Habibie, guna memberikan data teknis yang diperlukan oleh pemerintah daerah.

Pertemuan di ruang rapat pabrik PT PSAM berfokus pada agenda strategis penyelarasan tata niaga dan standardisasi harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani, guna merespons pernyataan Presiden RI dan Menteri Pertanian RI. Selain itu, tim melakukan evaluasi pelaksanaan kewajiban kemitraan dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara perusahaan dengan masyarakat lokal. Langkah evaluasi ini merupakan tindak lanjut resmi atas hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah digelar bersama DPRD Kabupaten Katingan sebelumnya.

Agenda pembahasan kemudian dilanjutkan dengan sinkronisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan agar penyalurannya lebih menyasar kebutuhan prioritas warga di ring satu perkebunan. Pemkab Katingan juga meninjau kondisi ketenagakerjaan terkait pemenuhan kuantitas dan perlindungan hak bagi tenaga kerja lokal asal Kabupaten Katingan yang diserap perusahaan. Dari sisi ekologi, dilakukan pemantauan ketat terhadap kepatuhan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup serta sistem pembuangan limbah di sekitar area pabrik berdasarkan fungsi dinas teknis.

Seluruh upaya pemantauan, evaluasi, dan penyelarasan kebijakan dalam kunjungan kerja ini merupakan wujud nyata dari implementasi motto daerah Kabupaten Katingan, yaitu "Penyang Hinje Simpei". Prinsip yang bermakna semangat persatuan dan kesatuan ini melandasi koordinasi lintas sektor antardinas, serta melandasi hubungan kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Melalui semangat kebersamaan yang setara, dialog formal ini diharapkan mampu menciptakan harmonisasi industri perkebunan yang sehat, berwawasan lingkungan, dan memberikan manfaat ekonomi yang adil bagi seluruh warga Katingan.